Plewo Doi | Press Release

Noesa mempersembahkan sebuah acara yang bertajuk Plewo Doi pada 2-24 Mei 2015 yang akan diadakan di dua tempat yaitu Museum Tekstil Jakarta dan Dia.lo.gue Artspace.

Plewo Doi berasal dari bahasa Sikka yang mempunyai arti; sebuah perkenalan atau memperkenalkan diri. Noesa dan Dia.lo.gue mempersembahkan sebuah pameran yang bertujuan untuk memperkenalkan, mengajarkan serta mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari keluarga. Memahami upaya pelestarian tradisi seni dan budaya, khususnya dalam pembuatan tenun ikat sebagai salah satu warisan budaya di Indonesia. Pameran ini pun menjadi ruang bagi para pecinta dan pemerhati seni dan juga budayawan untuk bergabung dan secara aktif memberi dukungan dalam upaya pelestarian seni dan budaya di Indonesia.

Pada 2-13 Mei 2015 akan diselenggarakan beragam bentuk workshop di Museum Tekstil Jakarta. Di antaranya adalah workshop pintal, workshop ikat, worskhop tenun dan workshop warna. Setiap workshoptersebut akan diisi oleh para pemegang tradisi, yaitu pengrajin – pengrajin dari Maumere, Flores, NTT. Selanjutnya Noesa berkolaborasi dengan Dia.lo.gue Artspace untuk menggelar pameran kain bersejarah adat Sikka, pagelaran tarian dan musik pada 22-24 Mei 2015.

Pembukaan pameran akan dilaksanakan pada Jumat, 22 Mei 2015 pukul 19.00 yang akan dibuka oleh Dewi Soeharto dengan diiringi oleh pergelaran musik dan tarian oleh Sanggar Seni Watubo. Selain pameran kain bersejarah, Noesa juga menampilkan beberapa instalasi yang menceritakan tentang proses pewarnaan alam dan perempuan di balik selembar kain. Dalam acara ini, kami pun menampilkan demonstrasi pembuatan kain tenun dan bazaar yang akan ada selama acara ini berlangsung. Lalu di hari Sabtu, di kebun belakang Dia.lo.gue Artspace akan kembali diadakan workshop warna alam dengan teknik Tie-dye. Dan di hari Minggu, akan ada bincang-bincang dengan Daniel David dari Nani House yang akan membahas cerita dan sejarah di balik simbol maupun motif pada kain Sikka. Selanjutnya akan ada bincang-bincang dengan Warlami yang akan membahas tentang produk ramah lingkungan.

Dengan diadakannya Plewo Doi beserta rangkaian acaranya, diharapkan kegiatan ini dapat memperkenalkan, mengajarkan, dan memberikan kesempatan kepada semua lapisan masyarakat untuk turut mengapresiasi usaha pelestarian budaya lokal, khususnya pembuatan tenun ikat dan pewarnaan alam sebagai salah satu kekayaan warisan budaya Indonesia. Dan juga memberikan wadah bagi para pemerhati dan pencinta seni dan budayawan untuk berkumpul dan secara aktif memberikan dukungan bagi usaha pelestarian seni dan budaya lokal di Indonesia.

PROFIL

Noesa
Noesa adalah sebuah studio yang setiap tangannya mendedikasikan diri pada pelestarian seni dan budaya Indonesia. Dan senantiasa ikut andil dalam menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dan lingkungan.

Watubo
Sanggar seni budaya yang terdiri dari para pemuda-pemudi, seniman, pemerhati budaya, pelajar serta masyarakat Sikka yang ingin melestarikan seni dan budaya daerah serta ikut andil dalam mengembangkat ekonomi kerakyatan.

Na’ni House
Na’ni House adalah sebuah lembaga independen yang ingin merevitalisasi seraya melestarikan seni tradisional dan warisan budaya Nusa Tenggara Timur. Serta mengajak masyarakat turut bergotong-royong dalam memberdayakan cikal bakal ekonomi kreatif, menyeimbangkan hubungan antara manusia dan lingkungan, dan pendidikan seni budaya yang merata.

Dia.lo.gue Artspace
Dia.lo.gue Artspace memarekan semua jenis media termasuk lukisan, video, patung alternatif, kertas dan media lainnya . Sejalan dengan filosofi Dia.log.gue Artspace, bahwa seni dan desain harus menjadi bagian integral dari kehidupan, tidak hanya sekedar pameran, tetapi juga acara budaya yang diselenggarakan melibatkan masyarakat lokal.

Museum Tekstil
Museum Tekstil Jakarta merupakan lembaga pendidikan kebudayaan, memiliki misi untuk melestarikan tekstil tradisional. Dalam upaya untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap tradisi tekstil Indonesia dan partisipasi dalam pelestarian warisan nasional. Museum Tekstil Jakarta selalu berusaha menginformasikan dan mendidik orang melalui pameran, seminar, workshop, penelitian dan publikasi.

Warlami
Sebuah gerakan yang menjadikan warna alam bagian penting untuk komoditas sandang dan menjadikannya sebagai produk tuan rumah dinegri sendiri. Sekaligus mempersiapkan diri memasuki pasar global dengan daya tarik pada karakteristik yang unik, etnik dan eksklusif.

LOKASI

Museum TekstilJalan Aipda KS. Tubun No.2-4Tanah Abang, PetamburanJakarta Pusat 10260Dia.lo.gue ArtspaceJalan Kemang Selatan 99 AJakarta 12730, Indonesia.

WAKTU PENYELENGGARAAN

Workshop
Museum Tekstil
Workshop Pintal : 2-4 Mei 2015
Workshop Ikat : 5-7 Mei 2015
Workshop Warna : 8-10 Mei 2015
Workshop Tenun : 11-13 Mei 2015

Pameran
Dia.lo.gue Artspace
22 Mei 2015
09.30 – Pameran dan Bazar
19.00 – Pembukaan Pameran
• Gambus Song • Bitek Wua Ta’a Dance • Tari Roa Muu • Tari Tua Reta Lou • Lagu Manunggo
Tari Leke20.30 Accoustic performance, Junior Soemantri23 Mei 2015
09.30 – Pameran dan Bazar
10.30 – Tari Lero
10.45 – Workshop Warna Alam(Tie Dye)
12.30 – Istirahat
13.20 – Diskusi24 Mei 2015
09.00 – Pameran dan Bazar
13.00 – Tari Ikung Betah & Gambus
13.20 – Bincang-bincang “Behind the Motifs” oleh Daniel David
14.20 – Bincang-bincang “Cultural Heritage : Eco-friendly Products” oleh WarlamiDidukung oleh SAM, Rujak Center for Urban Studies, Neighbourlist, Manual and Marie Claire
Facebook Comments

Leave a Reply